Polisi Makan Polisi
Nasib Susno Duadji –mantan Kabareskrim Mabes Polri, memang lagi sial. Dia ditangkap di bandara Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu, layaknya buronan kriminal. Dia ditangkap, saat hendak ke Singapore untuk melakukan general medical check up. Ia tak melawan. Segera saja, ia dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa. Namun, beberapa jam kemudian, ia dilepaskan kembali.
Aksi penangkapan Susno, akhirnya berbuntut protes. Tidak selayaknya, ia diperlakukan layaknya teroris. Beberapa pengacaranya, menilai penangkapan itu ilegal. Tidak ada surat resmi dari korp baju coklat ini, atas penangkapan dirinya. Ia bukan seorang tersangka, atas tindak pidana –misalnya.
Kepada pers, Humas Mabes Polri, Edward Aritonang, meluruskan sikap korpnya. Susno tidak ditangkap, tapi dicegah katanya. Ia harus lapor atasan, jika hendak pergi ke luar negeri. Karena Susno tak punya ijin, lalu ia dijemput paksa ke markas korpnya.
Susno, seringkali dihujani tuduhan pelanggaran kode etik, bertindak indisipliner dan sering mbolos kerja. Soal penegakan disiplin korp, rapor Susno memang merah. Sebagai anggota korp Polri aktif, ia masih terikat dengan ketentuan internal korpnya. Dengan cara itu, korp baju coklat ini bisa mengendalikan dirinya. Ini akan berbeda –misalkan saja, jika dirinya berstatus sebagai warga sipil lagi.
Namun, agaknya menjadi pertimbangan serius -seandainya saja, Susno dipecat dari korpnya. Kapolri sendiri tampak masih ragu. Terlalu banyak yang harus ia pikirkan. Mungkin, Susno dianggap terlalu banyak tahu kebobrokan di tubuh polri. Karenanya, kebijakan menindak tegas Susno, sama halnya menguliti wajah polri sendiri.
Sikap tegas Susno, kelihatannya sudah tidak bisa ditawar lagi. Susno sudah menjadi musuh bersama di internal korpnya. Atau, istilah yang populer menyebut, di tubuh polri sedang terjadi perang bintang. Di sini, Susno hanya seorang diri. Meski, sebetulnya –diam-diam, masih banyak teman-temannya yang mendukung tindakannya.
Tindakan Susno untuk membongkar mafia hukum atau mafia pajak di tubuh polri, sudah terlanjur meluber ke ruang publik. Karenanya, Susno tak merasa gentar. Ia sudah siap bertempur, hingga titik darah penghabisan. Toh, publik pelan-pelan bisa tahu akar persoalan sesungguhnya di tubuh polri. Susno mengangap dirinya benar, karena punya bukti kuat. Ia tahu persis cara kerja polisi, karena dirinya juga seorang polisi.
Kini, semuanya berpulang pada diri institusi polri sendiri. Apakah Kapolri akan bersikap serius membongkar mafia hukum atau mafia pajak –sebagaimana yang Susno katakan. Atau, akankah pimpinan Polri malah bersikap cari aman saja –sambil menutupi tubuh polri yang memang bopeng? Hanya Kapolri dan presiden –sebagai atasannya, yang tahu.
Yang patut kita catat, bahwa publik akhirnya tahu bahwa di tubuh polri terdapat mafia hukum –atau apalah sebutannya, sudah tak bisa disangkal lagi. Dalam hal ini, kita juga patut khawatir, jika nantinya pihak pimpinan polri hanya melakukan aksi “potong kaki” sebelah –dengan harapan, agar tak merembet pada organ tubuh di atasnya.
Saya yakin, dalam korp baju coklat itu, masih banyak Susno-Susno lain –yang, juga ingin menyuarakan isi hati yang sama. Untuk bisa membongkar mafia hukum di tubuh polisi, memang haruslah polisi sendiri. Di situlah, peran seorang Susno sangat dinantikan publik.
Dan, kini, Susno benar-benar menapaki jalan itu.
jakarta, 13/04/10
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
- Media Indonesia – Pidato Lengkap Obama Terkait Tewasnya Osama
- Suku Indian
- Setgab dan SBY
- Kaos Merah
- Polisi Makan Polisi
- Data Intelijen
- pasca aksi 09/12
- Check out .: Primair Online – Portal Berita Hukum & Politik | Versi lengkap berita aliran dana Century dan konfirmasi para pihak :.
- SBY Bakal Jatuh?
- Cuci Tangan SBY
- Soal Pidato itu
- Ada Apa Lagi?
-
Tautan
-
Arsip
- Juni 2011 (2)
- Mei 2010 (1)
- April 2010 (2)
- Desember 2009 (3)
- November 2009 (11)
- Oktober 2009 (15)
- September 2009 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS